Di tengah gempuran era digital, toko buku fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri. Aroma kertas, rak-rak kayu yang menjulang, hingga langit-langit berornamen klasik menghadirkan pengalaman yang tak tergantikan. Di berbagai penjuru dunia, sejumlah toko buku bahkan menjelma menjadi destinasi wisata karena keindahan arsitektur dan sejarahnya.

Berikut lima toko buku terindah di dunia yang tak hanya memanjakan pecinta literasi, tetapi juga pengagum seni dan arsitektur.


1. Livraria Lello

Terletak di kota Porto, Portugal, Livraria Lello kerap disebut sebagai salah satu toko buku paling indah di dunia. Didirikan pada 1906, bangunan ini menampilkan gaya arsitektur neo-Gotik yang memukau.

Tangga kayu merah melengkung di tengah ruangan menjadi ikon utama. Detail ukiran kayu yang rumit berpadu dengan jendela kaca patri berwarna-warni di langit-langit menciptakan suasana dramatis. Banyak wisatawan mengantre hanya untuk mengabadikan keindahan interiornya.

Livraria Lello juga kerap dikaitkan dengan penulis J.K. Rowling yang pernah tinggal di Porto. Meski tidak secara resmi disebut sebagai inspirasi langsung, atmosfernya memang terasa magis, seolah membawa pengunjung masuk ke dunia fantasi.


2. El Ateneo Grand Splendid

Jika biasanya teater menjadi tempat pertunjukan seni, El Ateneo Grand Splendid justru menghadirkan pengalaman membaca di dalam bekas gedung teater megah.

Berlokasi di Buenos Aires, Argentina, toko buku ini mempertahankan arsitektur aslinya sejak dibuka pada 1919 sebagai teater. Balkon bertingkat, lampu kristal besar, dan langit-langit lukisan fresco masih terjaga dengan baik.

Panggung utama kini berfungsi sebagai area kafe, tempat pengunjung bisa membaca sambil menikmati kopi. Perpaduan antara sejarah, seni, dan literasi menjadikan El Ateneo sebagai salah satu toko buku paling fotogenik di dunia.


3. Shakespeare and Company

Di tepi Sungai Seine, berdiri toko buku legendaris Shakespeare and Company. Didirikan pada 1951 oleh George Whitman, tempat ini menjadi simbol komunitas sastra di Paris.

Toko buku ini terkenal karena suasana bohemian yang hangat. Rak buku kayu yang padat, lorong sempit, serta sudut baca kecil menciptakan kesan intim dan klasik. Banyak penulis ternama pernah singgah, menjadikannya ruang pertemuan intelektual lintas generasi.

Shakespeare and Company bukan sekadar tempat membeli buku, melainkan ruang budaya yang hidup. Hingga kini, toko ini tetap menjadi magnet bagi wisatawan dan penulis dari seluruh dunia.


4. The Last Bookstore

Berada di jantung Los Angeles, The Last Bookstore menawarkan konsep artistik yang unik dan modern. Interiornya memadukan rak-rak buku klasik dengan instalasi seni kreatif.

Salah satu daya tarik utama adalah terowongan buku yang dibentuk melingkar, menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto. Toko ini juga menjual buku bekas dan vinyl, memberikan sentuhan nostalgia di tengah kota metropolitan.

Dengan pendekatan yang lebih kontemporer, The Last Bookstore membuktikan bahwa toko buku dapat beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan pesona tradisionalnya.


5. Zhongshuge Bookstore

Zhongshuge Bookstore di Hangzhou, China, dikenal dengan desain interior futuristik yang memukau. Dinding cermin yang memantulkan rak buku menciptakan ilusi ruang tak terbatas.

Arsitektur modernnya membuat pengunjung seolah berada di dunia fantasi. Pencahayaan yang dirancang khusus memperkuat kesan dramatis dan elegan.

Zhongshuge menjadi contoh bagaimana desain inovatif dapat menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap toko buku fisik. Tempat ini tidak hanya menjual buku, tetapi juga menawarkan pengalaman visual yang spektakuler.


Lebih dari Sekadar Toko Buku

Kelima toko buku tersebut menunjukkan bahwa ruang literasi dapat menjadi karya seni. Arsitektur, sejarah, dan suasana yang unik menciptakan pengalaman multisensori yang sulit ditandingi oleh platform digital.

Fenomena ini juga mencerminkan bahwa minat terhadap buku cetak belum sepenuhnya pudar. Meski e-book dan audiobook semakin populer, banyak orang masih mencari pengalaman fisik yang autentik.

Toko buku terindah di dunia sering kali menjadi pusat komunitas. Mereka mengadakan diskusi, peluncuran buku, hingga acara seni. Dengan demikian, fungsi sosialnya tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.

Destinasi Wisata Literasi

Menariknya, toko-toko buku ini kini masuk dalam daftar destinasi wisata dunia. Wisata literasi menjadi tren tersendiri, di mana pelancong mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai budaya dan sejarah tinggi.

Mengunjungi toko buku terindah bukan hanya soal membeli bacaan, tetapi juga menikmati atmosfer yang menginspirasi. Setiap sudutnya menawarkan cerita—baik melalui buku di rak maupun arsitektur yang menaunginya.

Kesimpulan

Di berbagai belahan dunia, toko buku membuktikan bahwa mereka lebih dari sekadar ruang komersial. Livraria Lello dengan tangga merahnya, El Ateneo dengan panggung teaternya, Shakespeare and Company dengan nuansa bohemiannya, The Last Bookstore dengan instalasi seninya, hingga Zhongshuge dengan desain futuristiknya—semuanya menghadirkan pengalaman unik.

Keindahan lima toko buku ini menjadi bukti bahwa literasi dan seni dapat berjalan beriringan. Di tengah perubahan zaman, tempat-tempat seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya ruang fisik yang merayakan pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.

Bagi pecinta buku dan pelancong, menjelajahi toko buku terindah di dunia bisa menjadi perjalanan yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperkaya jiwa.


Sumber Artikel : https://www.tempo.co/
Sumber Gambar : https://www.tempo.co/