Yandy Laurens Sapa Maba IPB
Daftar Isi
Kehadiran sutradara film Sore Yandy Laurens di panggung Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian. Di tengah suasana semangat ribuan mahasiswa baru yang memenuhi area kampus, Yandy tampil bukan sekadar sebagai sineas ternama, melainkan sebagai sosok inspiratif yang membagikan cerita perjalanan hidup dan proses kreatifnya.
Acara yang digelar sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru itu menghadirkan sejumlah tokoh publik dari berbagai bidang. Namun, kehadiran Yandy Laurens terasa istimewa. Film-filmnya dikenal memiliki kedalaman emosi dan pendekatan humanis yang kuat, membuat namanya melejit sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pesan Mengejutkan untuk Mahasiswa Baru
Dalam sesi talkshow yang berlangsung interaktif, Yandy menyampaikan pesan yang cukup mengejutkan bagi para mahasiswa baru. Alih-alih berbicara tentang kesuksesan dan pencapaian, ia justru menekankan pentingnya kegagalan dan proses panjang yang sering kali tidak terlihat.
“Jangan terlalu sibuk terlihat hebat. Sibuklah bertumbuh,” ujar Yandy di hadapan ribuan mahasiswa.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah. Menurutnya, masa kuliah bukanlah panggung untuk menunjukkan siapa yang paling cepat sukses, melainkan ruang untuk bereksperimen, belajar, dan bahkan melakukan kesalahan.
Ia mengingatkan bahwa tekanan untuk selalu terlihat unggul di media sosial dapat menjadi jebakan bagi generasi muda. Banyak mahasiswa yang merasa harus segera memiliki pencapaian besar, padahal setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Yandy Laurens menceritakan bagaimana perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami fase keraguan, penolakan ide, hingga proyek yang tidak berjalan sesuai harapan. Namun, dari situlah ia belajar memahami arti ketekunan dan konsistensi.
Bagi mahasiswa baru IPB, pesan tersebut terasa relevan. Dunia perkuliahan menghadirkan tantangan baru: adaptasi lingkungan, beban akademik, hingga pencarian jati diri. Yandy menekankan bahwa proses tersebut tidak perlu ditakuti.
“Kalau kalian merasa bingung, itu normal. Kalau merasa gagal, itu bagian dari perjalanan,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mencoba hal-hal di luar zona nyaman. Menurutnya, kreativitas lahir dari keberanian mengambil risiko dan kesediaan untuk menerima konsekuensi dari pilihan yang diambil.
Pendidikan dan Kreativitas Bisa Berjalan Beriringan
Meski dikenal sebagai sineas, Yandy menggarisbawahi bahwa pendidikan formal tetap memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir. Ia menilai kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar, tetapi ruang membangun jejaring, karakter, dan sudut pandang yang lebih luas.
IPB University sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada sains dan inovasi dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta lintas bidang. Yandy bahkan menyebut kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan seni sebagai kunci kemajuan masa depan.
Ia mendorong mahasiswa IPB untuk tidak membatasi diri hanya pada satu disiplin ilmu. Di era digital, batas antarbidang semakin tipis. Seorang mahasiswa pertanian, misalnya, bisa menjadi konten kreator edukasi. Mahasiswa teknologi pangan bisa membangun startup berbasis riset.
“Jangan takut punya mimpi yang tidak linear,” ujarnya.
Tantangan Generasi Digital
Dalam kesempatan tersebut, Yandy juga menyinggung tantangan generasi digital yang hidup di tengah arus informasi tanpa batas. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada validasi instan.
Menurutnya, generasi muda perlu membangun fondasi karakter yang kuat agar tidak mudah goyah oleh tren atau tekanan sosial. Dunia kreatif, termasuk industri film, menuntut konsistensi dan ketahanan mental.
Yandy mengaku sering kali harus menunggu bertahun-tahun untuk melihat hasil kerja kerasnya diakui. Proses panjang itu, katanya, justru membentuk kedewasaan dalam berkarya.
Pesan ini menjadi refleksi penting bagi mahasiswa baru yang tengah memulai babak baru kehidupan. Dunia kampus bukan sekadar tempat mengejar nilai, tetapi juga arena pembentukan mental dan karakter.
Antusiasme Mahasiswa Baru
Kehadiran Yandy Laurens disambut antusias oleh mahasiswa baru IPB. Banyak di antara mereka yang mengaku terinspirasi oleh cara penyampaiannya yang jujur dan membumi.
Salah satu mahasiswa baru mengungkapkan bahwa pesan tentang kegagalan membuatnya merasa lebih tenang menghadapi masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi. “Biasanya kita takut salah. Tapi tadi Kak Yandy bilang salah itu bagian dari proses. Itu bikin lega,” ujarnya.
Interaksi yang hangat antara pembicara dan mahasiswa menciptakan suasana yang berbeda dari sesi formal pada umumnya. Yandy tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan pertanyaan dan keresahan mahasiswa.
MPKMB sebagai Ruang Inspirasi
MPKMB IPB tahun ini memang dirancang tidak hanya sebagai ajang pengenalan kampus, tetapi juga ruang inspirasi. Panitia menghadirkan figur publik dari berbagai latar belakang agar mahasiswa baru mendapatkan perspektif luas sejak awal perkuliahan.
Kehadiran Yandy Laurens menjadi simbol bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari jalur yang kaku. Ia membuktikan bahwa ketekunan, kejujuran dalam berkarya, dan keberanian bermimpi dapat membawa seseorang pada titik pencapaian yang berarti.
Bagi IPB, kolaborasi dengan tokoh industri kreatif juga menunjukkan keterbukaan kampus terhadap berbagai disiplin dan perspektif. Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Refleksi untuk Awal Perjalanan
Pesan paling kuat dari Yandy Laurens pada hari itu mungkin bukan tentang film atau industri kreatif, melainkan tentang keberanian menjadi diri sendiri. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa perjalanan kuliah adalah maraton, bukan sprint.
Mahasiswa baru IPB kini memulai fase penting dalam hidup mereka. Dengan bekal inspirasi dari sosok seperti Yandy Laurens, diharapkan mereka tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan visi jangka panjang.
Di tengah hiruk pikuk orientasi kampus, satu pesan sederhana menggema: bertumbuhlah dengan jujur, nikmati prosesnya, dan jangan takut gagal. Karena dari proses itulah, kisah besar sering kali bermula.
Sumber Artikel : https://www.medcom.id/
Sumber Gambar : https://www.medcom.id/
