Celine Olivia, Pembawa Baki Paskibraka
Daftar Isi
Nama Celine Olivia Apriani Theo menjadi perhatian setelah siswi SMKN 5 Pontianak tersebut terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka tingkat pusat 2026. Celine menjadi salah satu dari 76 calon yang ditetapkan untuk mewakili 38 provinsi di Indonesia.
Celine terpilih bersama Mirza Rafi Navazani sebagai wakil Kalimantan Barat. Keduanya kemudian menjalani rangkaian pembentukan Paskibraka tingkat pusat sebelum mengemban tugas kenegaraan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.
Perjalanan Celine menuju panggung nasional cukup menarik. Pasalnya, siswi yang kini duduk di kelas XI jurusan Akuntansi itu sejak kecil justru lebih dekat dengan dunia seni. Ia memiliki ketertarikan pada menyanyi dan menari sebelum akhirnya mencoba kegiatan Paskibra di sekolah.
Awalnya Tidak Tertarik Paskibra
Tidak seperti gambaran umum calon Paskibraka yang sejak awal bercita-cita menjadi anggota pasukan pengibar bendera, Celine mengaku dunia baris-berbaris bukanlah minat utamanya.
Sejak kecil, ia lebih menyukai kegiatan seni. Celine bahkan memiliki cita-cita menjadi penyanyi dan masih aktif mengikuti latihan tari yang telah dijalaninya sejak duduk di bangku SMP.
Perubahan terjadi ketika Celine masuk SMKN 5 Pontianak. Ia melihat kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah memiliki suasana yang menarik dan penuh kebersamaan.
Rasa penasaran membuatnya berani mencoba sesuatu yang sebelumnya berada di luar minatnya.
Keputusan sederhana tersebut kemudian membawa Celine melewati perjalanan panjang hingga tingkat nasional.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Bagi Celine, bergabung dengan Paskibra menjadi bentuk keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Ia tidak memiliki latar belakang yang sepenuhnya berorientasi pada kegiatan baris-berbaris. Namun, lingkungan sekolah membuatnya tertarik untuk mencoba.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dalam perjalanan Celine. Kesempatan besar terkadang datang dari keputusan sederhana untuk mencoba hal baru.
Di lingkungan Paskibra, ia kemudian tidak hanya belajar mengenai peraturan baris-berbaris. Celine juga merasakan kuatnya kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota.
Pengalaman itulah yang kemudian memperkuat keinginannya untuk terus mengikuti proses seleksi.
Lolos Seleksi Berjenjang
Perjalanan menuju Paskibraka tingkat pusat tidak berlangsung singkat.
Celine harus melewati proses seleksi secara bertahap, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga verifikasi tingkat pusat. Dalam proses tersebut, calon Paskibraka menjalani berbagai penilaian yang mencakup aspek kesehatan, intelejensia, kepribadian, kemampuan baris-berbaris, serta aspek lainnya.
BPIP mengumumkan sebanyak 76 calon Paskibraka tingkat pusat 2026 dari 38 provinsi. Mereka terdiri atas satu putra dan satu putri dari setiap provinsi.
Dari Kalimantan Barat, Celine terpilih sebagai perwakilan putri, sedangkan Mirza Rafi Navazani menjadi perwakilan putra.
Keduanya membawa nama Kalimantan Barat ke tingkat nasional.
Pernah Dipercaya Membawa Baki
Salah satu pengalaman Celine yang membuat kisahnya semakin menarik adalah kepercayaan yang pernah diberikan kepadanya sebagai pembawa baki ketika mengikuti kegiatan Paskibra di sekolah.
Tugas pembawa baki memiliki posisi penting dalam rangkaian upacara karena berkaitan dengan prosesi penyerahan dan pengambilan Bendera Merah Putih.
Pengalaman tersebut membuat Celine memiliki harapan untuk dapat mengemban tugas serupa ketika berada di tingkat nasional. Meski demikian, ia menyadari bahwa penempatan tugas di tingkat pusat merupakan bagian dari keputusan dan rangkaian pembentukan Paskibraka.
Celine juga menyampaikan bahwa bisa mencapai tingkat nasional saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri.
Karena itu, fokusnya bukan semata-mata mengejar posisi tertentu, melainkan menjalankan tugas sebaik mungkin.
Punya Tinggi Badan 168,5 Cm
Selain kemampuan dan hasil seleksi, kondisi fisik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan calon Paskibraka.
Celine diketahui memiliki tinggi badan sekitar 168,5 sentimeter. Namun, menjadi Paskibraka tentu tidak hanya mengandalkan postur tubuh.
Kedisiplinan, kemampuan mengikuti instruksi, ketahanan fisik, sikap, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.
Menjelang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta, Celine pun mulai meningkatkan persiapan fisiknya.
Ia rutin berolahraga, termasuk berlari, untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menghadapi latihan yang lebih berat.
Wakili Kalimantan Barat
Terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat pusat membuat Celine membawa tanggung jawab yang lebih besar.
Ia tidak hanya mewakili dirinya sendiri atau sekolah, tetapi juga menjadi salah satu wajah generasi muda Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Bersama Mirza, Celine menjadi bagian dari 76 calon yang dikumpulkan dari seluruh penjuru Indonesia.
Kehadiran perwakilan dari setiap provinsi juga menjadi gambaran keberagaman generasi muda Indonesia yang dipertemukan melalui satu tugas kenegaraan.
Bagi Celine, kesempatan tersebut menjadi pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Latihan Menjadi Tahap Penting
Setelah dinyatakan sebagai calon Paskibraka tingkat pusat, perjalanan belum selesai.
Para calon harus menjalani tahapan pembentukan yang mencakup registrasi, pemanggilan resmi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, pembinaan Ideologi Pancasila, pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta latihan pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka.
Tahapan tersebut menjadi proses penting sebelum peserta dikukuhkan sebagai Paskibraka tingkat pusat.
Dengan latihan intensif, para peserta dipersiapkan agar mampu menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan dengan disiplin dan ketepatan tinggi.
Bagi Celine, proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kemampuan yang selama ini telah dibangun melalui kegiatan Paskibra di sekolah.
Bukan Sekadar Upacara
Menjadi Paskibraka tingkat pusat bukan sekadar menjalankan tugas saat upacara kemerdekaan.
BPIP menjelaskan bahwa para anggota Paskibraka juga menjadi bagian dari proses kaderisasi nasional. Setelah bertugas, mereka mendapatkan pembinaan berkelanjutan sebagai Purnapaskibraka dan calon Duta Pancasila.
Artinya, pengalaman sebagai Paskibraka diharapkan dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kesadaran kebangsaan para peserta.
Hal tersebut membuat perjalanan Celine memiliki makna lebih luas daripada sekadar tampil dalam satu upacara.
Harapan Celine di Istana
Celine sebelumnya menyampaikan keinginannya untuk dapat membawa baki saat bertugas di tingkat nasional. Pengalaman sebagai pembawa baki di sekolah menjadi modal sekaligus pengalaman yang membuatnya memiliki harapan tersebut.
Namun, ia tetap menunjukkan sikap rendah hati dengan menyatakan siap menjalankan tugas apa pun yang diberikan.
Sikap tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan seorang calon Paskibraka. Dalam sebuah pasukan, setiap posisi memiliki fungsi masing-masing dan keberhasilan tugas bergantung pada kerja sama seluruh anggota.
Bagi Celine, kesempatan berdiri di tingkat nasional sudah merupakan pencapaian besar.
Dari Dunia Seni ke Paskibraka
Kisah Celine Olivia Apriani Theo memperlihatkan bahwa perjalanan menuju sebuah pencapaian besar tidak selalu dimulai dari rencana yang panjang.
Siswi SMKN 5 Pontianak itu awalnya lebih dekat dengan seni, menyanyi, dan menari. Namun, rasa penasaran terhadap kegiatan Paskibra membuatnya mencoba keluar dari zona nyaman.
Dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, Celine kemudian melewati seleksi berjenjang hingga terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat pusat 2026.
Kini, ia menjadi salah satu perwakilan Kalimantan Barat yang bersiap menjalankan tugas kenegaraan di Jakarta. Pengalaman sebagai pembawa baki di sekolah juga menjadi bagian dari perjalanan yang membuat namanya menarik perhatian.
Terlepas dari apakah nantinya ia mendapat tugas sebagai pembawa baki atau posisi lainnya, perjalanan Celine sudah menjadi cerita tentang keberanian mencoba, disiplin, dan konsistensi.
Dari seorang siswi yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan Paskibra, Celine kini bersiap membawa nama Kalimantan Barat di panggung nasional. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keluar dari zona nyaman dapat membuka jalan menuju kesempatan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.
Sumber Artikel : https://www.kompas.com/
Sumber Gambar : https://www.kompas.com/
