Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyatakan dukungan penuh terhadap program beasiswa yang digagas Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA). Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas), sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.

Dukungan ini disampaikan Bamsoet dalam sebuah kesempatan resmi yang membahas peran pendidikan dalam membangun sumber daya manusia unggul. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun status sosial.

Pendidikan sebagai Hak Dasar

Bamsoet menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh menjadi hak eksklusif bagi mereka yang mampu secara finansial. Negara dan institusi pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk membuka akses seluas-luasnya, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

Ia menilai program beasiswa UNPERBA sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan pendidikan sebagai hak dasar warga negara. Dengan adanya dukungan seperti ini, mahasiswa dari keluarga miskin tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Perhatian bagi Warga Binaan Lapas

Salah satu poin yang mendapat sorotan adalah sasaran beasiswa bagi warga binaan lapas. Menurut Bamsoet, pendidikan bagi warga binaan memiliki peran strategis dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial.

Pendidikan tinggi dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan berdaya saing.

Peran UNPERBA dalam Pendidikan Inklusif

UNPERBA dinilai menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan inklusif melalui program beasiswa tersebut. Kampus ini tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Program beasiswa ini dirancang untuk menjangkau mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki semangat belajar yang kuat. Selain itu, kerja sama dengan lembaga pemasyarakatan menjadi langkah progresif dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi.

Mendorong Kesetaraan Akses Pendidikan

Bamsoet menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional. Ketimpangan pendidikan, menurutnya, dapat berdampak langsung pada ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa miskin dan warga binaan lapas, UNPERBA dinilai turut berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan tersebut. Pendidikan yang merata akan menciptakan peluang yang lebih adil bagi semua lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai Instrumen Perubahan

Dalam pandangan Bamsoet, pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan instrumen perubahan sosial. Melalui pendidikan, individu dapat mengubah pola pikir, meningkatkan keterampilan, dan memperluas wawasan.

Bagi warga binaan lapas, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai positif. Hal ini dinilai penting untuk mencegah residivisme dan mendorong kehidupan yang lebih baik pasca-pembebasan.

Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Bamsoet juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam mendukung program beasiswa. Sinergi ini dinilai penting agar program pendidikan inklusif dapat berjalan berkelanjutan.

Menurutnya, beasiswa tidak hanya soal pembiayaan, tetapi juga pendampingan akademik dan pengembangan karakter. Dengan dukungan berbagai pihak, mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dampak Jangka Panjang bagi Bangsa

Program beasiswa seperti yang digagas UNPERBA dinilai memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Investasi di bidang pendidikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan kompetitif.

Bamsoet menilai bahwa mahasiswa dari latar belakang kurang mampu yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi berpotensi menjadi agen perubahan di lingkungannya. Hal ini akan menciptakan efek berantai yang positif bagi pembangunan sosial dan ekonomi.

Apresiasi terhadap Inisiatif Sosial

Bamsoet memberikan apresiasi terhadap langkah UNPERBA yang berani mengambil peran sosial di tengah tantangan dunia pendidikan. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.

Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Harapan ke Depan

Ke depan, Bamsoet berharap program beasiswa ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak penerima. Ia juga mendorong adanya evaluasi dan penguatan sistem agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dengan dukungan berkelanjutan, beasiswa UNPERBA diharapkan mampu membuka jalan bagi mahasiswa miskin dan warga binaan lapas untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Meneguhkan Peran Pendidikan Inklusif

Dukungan Bamsoet terhadap beasiswa UNPERBA menegaskan pentingnya pendidikan inklusif dalam pembangunan nasional. Pendidikan yang adil dan merata menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang berdaya, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, UNPERBA dan para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan harapan bagi mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Sebuah upaya nyata untuk memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.


Sumber Artikel : https://news.detik.com/
Sumber Gambar : https://news.detik.com/