LPDP Fokus 80% Untuk STEM
Daftar Isi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan arahan strategis terkait alokasi kuota Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), khususnya untuk program studi di bidang STEM — yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika). Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam taklimat kepada rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada pertemuan yang berlangsung di pertengahan Januari 2026.
Menjawab Kebutuhan Strategis Nasional
Dalam arahan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Indonesia. Menurutnya, kondisi global menuntut negara untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya di bidang teknologi tinggi, inovasi, dan riset ilmiah. Fokus ini memposisikan STEM sebagai bidang prioritas utama yang strategis.
Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal penguasaan teknologi dan inovasi bila dibandingkan dengan negara-negara maju.
Rinciannya: Kuota dan Target Penerima
Selain arahan alokasi bidang STEM, pemerintah juga menetapkan kuota total Beasiswa LPDP untuk tahun 2026 sebanyak 5.750 kursi. Kuota ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program sarjana hingga doktoral, termasuk kursi khusus untuk program doktor spesialis.
Dari jumlah tersebut, target bahwa sekitar 80 persen akan diraih oleh mahasiswa di bidang STEM diyakini akan mendorong kenaikan drastis jumlah talenta lokal yang terlatih dalam sains, teknologi, rekayasa, serta matematika. Kebijakan ini didukung oleh penyesuaian komposisi alokasi LPDP sehingga lebih responsif dengan kebutuhan industri nasional.
Alasan dan Pertimbangan Kebijakan
Menurut pernyataan Prasetyo Hadi, arahan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk “mengejar ketertinggalan” dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jurusan-jurusan STEM kerap menjadi kunci untuk inovasi di berbagai sektor mulai dari digitalisasi ekonomi, energi, kesehatan hingga kecerdasan buatan.
Respon Akademisi dan Dunia Pendidikan
Arahan ini mendapat respon positif dari berbagai pihak di lingkungan akademik. Para rektor dan pimpinan perguruan tinggi menyatakan dukungan terhadap kebijakan yang dinilai mampu mendorong kualitas pendidikan tinggi dan riset di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya prioritas STEM, perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat program studi yang selama ini menjadi jurusan favorit di negara maju.
Tantangan Implementasi
Meskipun kebijakan ini mendapat dukungan luas, sejumlah tantangan tetap perlu diperhatikan. Pertama, pemerintah dan institusi pendidikan perlu memastikan bahwa peluang beasiswa ini dapat diakses secara merata oleh calon mahasiswa dari berbagai daerah. Tidak hanya yang berada di pusat kota atau universitas ternama saja, tetapi juga generasi dari wilayah yang selama ini kurang terlayani.
Pemerintah dan universitas harus bersinergi dalam menciptakan perubahan yang komprehensif.
Kesimpulan
Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengalokasikan sekitar 80 persen kuota Beasiswa LPDP bagi bidang STEM merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat penguasaan negara terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebijakan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan arah pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Sumber Artikel : https://edukasi.sindonews.com/
Sumber Gambar : https://edukasi.sindonews.com/
