Site icon UnpriEdu

Nova Diadara Raih S2 Sebelum 25

Nova

Nova Diadara berhasil menorehkan prestasi akademik dengan menyelesaikan pendidikan magister sebelum genap berusia 25 tahun. Lulusan Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut juga meraih predikat wisudawan terbaik pada periode wisuda Oktober 2026.

Pencapaian ini menarik perhatian karena Nova tidak menempuh jalur fast track atau program percepatan studi. Ia justru mengambil jeda setelah menyelesaikan pendidikan sarjana untuk bekerja di luar negeri selama satu tahun sebelum kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Perjalanan Nova memperlihatkan bahwa pencapaian akademik tidak selalu harus ditempuh melalui jalur pendidikan yang serba cepat. Pengalaman kerja, kemampuan mengelola waktu, dan ketekunan menghadapi tantangan turut menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya meraih prestasi tersebut. <Cite refs={[“turn658965search2″,”turn658965search0”]}/>

Tidak Mengandalkan Jalur Fast Track

Nova tidak langsung melanjutkan pendidikan pascasarjana setelah menyelesaikan kuliah sarjana tepat waktu. Ia memilih mengambil kesempatan bekerja di luar negeri selama satu tahun.

Keputusan tersebut memberinya pengalaman di luar lingkungan akademik sebelum kembali menekuni pendidikan. Setelah kontrak kerjanya berakhir, Nova memutuskan melanjutkan studi magister di UPI dengan bidang keilmuan yang sejalan dengan pendidikan sebelumnya.

Pilihan itu menunjukkan bahwa jeda pendidikan tidak selalu menjadi penghambat untuk mencapai target akademik. Bagi sebagian orang, pengalaman profesional justru dapat menjadi bekal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar ketika kembali berkuliah.

Nova kemudian menjalani studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dengan fokus pada pengembangan bahan ajar. Ia tidak hanya dituntut memahami teori kebahasaan, tetapi juga menyelesaikan penelitian tesis yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.

Keberhasilannya menyelesaikan studi sebelum usia 25 tahun tanpa jalur percepatan menjadi pencapaian tersendiri. Terlebih, predikat wisudawan terbaik yang diraihnya bukan sesuatu yang sejak awal ia bayangkan.

Dalam pemberitaan resmi UPI, Nova mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut terpilih sebagai salah satu wisudawan terbaik sebagai sebuah keajaiban dan anugerah dari Tuhan. <Cite refs={[“turn658965search2”]}/>

Sempat Bekerja sebagai Tutor

Selain menjalani aktivitas akademik, Nova juga memiliki pengalaman bekerja sebagai tutor di Balai Bahasa selama satu tahun ketika menempuh studi magister.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan baginya untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran bahasa. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikaitkan dengan kebutuhan pengajaran, termasuk bagaimana materi disusun agar mudah dipahami oleh peserta didik.

Menjalani kuliah sekaligus bekerja tentu membutuhkan pengaturan waktu yang baik. Mahasiswa pascasarjana umumnya harus membagi perhatian antara perkuliahan, penelitian, penyusunan tesis, serta tanggung jawab lain di luar kampus.

Dalam perjalanan Nova, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting untuk menjaga agar seluruh tanggung jawab tersebut tetap berjalan. Pengalaman bekerja juga memperluas perspektifnya mengenai praktik pendidikan bahasa di luar pembahasan akademik.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa proses belajar di jenjang magister tidak hanya berkaitan dengan nilai dan penyelesaian tugas. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan komunikasi, menyelesaikan masalah, dan menghadapi beragam karakter manusia.

Mengembangkan Bahan Ajar Digital BIPA

Salah satu bagian penting dari perjalanan akademik Nova adalah penelitian tesis yang berfokus pada pengembangan bahan ajar digital untuk keterampilan menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Level 5.

BIPA merupakan program pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan bagi penutur asing. Pengembangan materi untuk program ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya memperhatikan aspek kebahasaan, tetapi juga mempertimbangkan konteks budaya agar pembelajaran lebih relevan.

Dalam penelitiannya, Nova memadukan bahan ajar digital dengan konsep Sumbu Filosofi Yogyakarta melalui metode portfolio writing. Pendekatan tersebut menghubungkan latihan menulis dengan pengenalan nilai sejarah dan budaya Indonesia.

Sumbu Filosofi Yogyakarta merupakan konsep tata ruang yang membentang dari Panggung Krapyak di bagian selatan, melewati Keraton Yogyakarta dan kawasan Malioboro, hingga Gunung Merapi di utara.

Konsep tersebut tidak sekadar menggambarkan hubungan antarlokasi. Sumbu Filosofi Yogyakarta juga memiliki nilai historis dan filosofis yang menjadi bagian dari identitas budaya Yogyakarta.

Nova melihat potensi konsep tersebut untuk dimasukkan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya mempelajari struktur bahasa dan keterampilan menulis, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai kebudayaan Indonesia.

Penggunaan metode portfolio writing memberi ruang bagi pembelajar untuk mengembangkan tulisan secara bertahap dan mendokumentasikan hasil pekerjaannya. Dalam konteks bahan ajar digital, pendekatan ini dapat mendukung proses belajar yang lebih terstruktur.

Riset Nova juga memperlihatkan bagaimana teknologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan pembelajaran bahasa dengan kekayaan budaya lokal. Jika dikembangkan dan diterapkan secara tepat, materi semacam ini berpotensi menjadi salah satu sarana memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. <Cite refs={[“turn658965search2”]}/>

Tantangan Tesis Bukan Sekadar Teori

Penyelesaian tesis menjadi salah satu tahap penting dalam pendidikan magister Nova. Namun, menurut pengalamannya, tantangan selama proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan teori atau materi akademik.

Dinamika interaksi dengan orang-orang yang memiliki karakter berbeda juga menjadi bagian yang perlu dihadapi. Situasi tersebut menuntut kemampuan komunikasi, kesabaran, dan keterampilan beradaptasi.

Nova memilih menjadikan tantangan itu sebagai ruang pembentukan karakter. Ia berpandangan bahwa mahasiswa pascasarjana perlu memiliki kemampuan bertahan atau survival skills serta resiliensi yang kuat.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena pendidikan magister mempersiapkan mahasiswa menghadapi persoalan yang lebih kompleks, baik dalam lingkungan profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Bagi mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja, tantangan itu dapat terasa semakin besar. Mereka perlu memastikan kewajiban akademik tetap terpenuhi tanpa mengabaikan pekerjaan dan kebutuhan pribadi.

Karena itu, pengelolaan waktu dan kesiapan menghadapi perubahan menjadi keterampilan yang tidak kalah penting dibandingkan penguasaan materi perkuliahan.

Nova menilai tantangan yang dihadapi selama masa studi dapat menjadi bekal untuk menghadapi persoalan pada masa depan. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk menghadapi kesulitan, alih-alih terus menghindarinya. <Cite refs={[“turn658965search0″,”turn658965search2”]}/>

Prestasi yang Membawa Pesan Penting

Predikat wisudawan terbaik Magister UPI menjadi penutup penting dalam perjalanan pendidikan Nova. Pencapaian tersebut menunjukkan hasil dari proses yang melibatkan pendidikan formal, pengalaman bekerja, aktivitas mengajar, serta penelitian yang berorientasi pada pengembangan pembelajaran bahasa.

Kisahnya juga memberikan perspektif bahwa keberhasilan akademik tidak harus mengikuti satu pola yang sama. Ada mahasiswa yang memilih jalur percepatan, sementara yang lain mengambil jeda untuk bekerja atau mencari pengalaman sebelum melanjutkan pendidikan.

Yang terpenting adalah kemampuan menentukan tujuan, menjaga konsistensi, dan menyesuaikan strategi dengan keadaan masing-masing.

Penelitian Nova memiliki nilai tambah karena mengangkat budaya lokal sebagai bagian dari pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Pendekatan tersebut membuka peluang agar materi pembelajaran tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan identitas budaya Indonesia.

Ke depan, pengembangan bahan ajar digital seperti ini berpotensi menjadi salah satu pilihan untuk membuat pembelajaran bahasa lebih kontekstual dan menarik. Pemanfaatan budaya lokal juga dapat memperkaya pengalaman belajar bagi peserta dari berbagai latar belakang.

Perjalanan Nova Diadara menjadi pengingat bahwa pencapaian pendidikan bukan semata-mata tentang seberapa cepat seseorang meraih gelar. Proses, pengalaman, kemampuan menghadapi tantangan, dan kontribusi melalui karya akademik juga merupakan bagian penting dari keberhasilan.

Dengan menyelesaikan S2 sebelum usia 25 tahun tanpa jalur fast track dan meraih predikat wisudawan terbaik UPI, Nova menunjukkan bahwa perjalanan pendidikan dapat memiliki ritme yang berbeda-beda. Konsistensi dan kesungguhan tetap menjadi bekal penting untuk mencapai tujuan tersebut.



Sumber Artikel : https://www.detik.com/
Sumber Gambar : https://www.detik.com/

Exit mobile version