Kisah pendidikan seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste menarik perhatian di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta atau Unisa Yogyakarta. Perempuan yang dikenal sebagai Suster Dulce tersebut memilih melanjutkan pendidikan Magister Kebidanan di kampus yang berada di Yogyakarta.
Keputusan tersebut mempertemukan dua sisi kehidupan yang jarang dibicarakan dalam satu konteks, yakni panggilan keagamaan dan pendidikan profesional di bidang kesehatan.
Bagi Suster Dulce, pendidikan kebidanan bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik. Bidang tersebut berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendampingi perempuan dan keluarga dalam persoalan kesehatan.
Kehadirannya sebagai mahasiswa asal Timor-Leste juga menjadi bagian dari keberagaman mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Berasal dari Timor-Leste
Timor-Leste memiliki hubungan sosial dan sejarah yang cukup dekat dengan Indonesia. Hubungan tersebut juga terlihat dalam mobilitas pelajar dan mahasiswa yang memilih melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Yogyakarta menjadi salah satu tujuan pendidikan yang banyak dikenal karena keberadaan berbagai perguruan tinggi serta lingkungan akademiknya.
Di tengah pilihan tersebut, Suster Dulce memilih Unisa Yogyakarta untuk melanjutkan studi pada jenjang magister.
Pilihan terhadap bidang kebidanan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kebidanan merupakan bidang yang membutuhkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan profesional dalam memberikan pelayanan kepada perempuan pada berbagai tahapan reproduksi.
Pendidikan tingkat magister memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan sekaligus memahami persoalan kesehatan melalui pendekatan akademik dan penelitian.
Menjadi Mahasiswa Magister Kebidanan
Menjalani pendidikan S2 tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Mahasiswa tidak hanya mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga dituntut memahami literatur ilmiah, melakukan analisis, serta mengembangkan kemampuan penelitian.
Bagi mahasiswa internasional, tantangan tersebut dapat bertambah dengan adanya perbedaan lingkungan akademik dan budaya.
Suster Dulce perlu beradaptasi dengan sistem pendidikan di Indonesia sekaligus mengikuti kegiatan akademik yang berlangsung di Unisa Yogyakarta.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang.
Mahasiswa dari Timor-Leste dapat belajar bersama mahasiswa Indonesia, bertukar pengalaman, dan mengenal pendekatan yang berbeda dalam memahami persoalan kesehatan.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa internasional juga memberikan pengalaman baru bagi lingkungan kampus.
Kebidanan Berkaitan dengan Pelayanan
Bidang kebidanan memiliki peran penting dalam kesehatan ibu dan anak. Tenaga kebidanan berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan perempuan, mulai dari masa kehamilan, persalinan, masa setelah melahirkan hingga kesehatan reproduksi.
Karena itu, pengembangan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Pendidikan magister dapat menjadi salah satu tahapan untuk memperkuat kemampuan tersebut. Selain penguasaan materi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan penelitian yang dapat digunakan untuk memahami persoalan kesehatan secara lebih mendalam.
Bagi seorang mahasiswa yang memiliki latar belakang pelayanan keagamaan, pendidikan kesehatan juga dapat menjadi bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Keduanya memiliki ruang pertemuan dalam kegiatan pelayanan manusia.
Perjalanan Studi Tidak Selalu Mudah
Menempuh pendidikan di negara lain membutuhkan kemampuan beradaptasi. Perbedaan lingkungan, kebiasaan, bahasa dalam kegiatan sehari-hari, serta sistem akademik dapat menjadi pengalaman baru.
Yogyakarta memiliki lingkungan pendidikan yang cukup beragam. Mahasiswa dari berbagai daerah dan negara hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.
Bagi mahasiswa Timor-Leste, kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengenal Indonesia dari sisi yang berbeda.
Pengalaman selama menjalani studi tidak hanya diperoleh melalui ruang kelas. Interaksi dengan dosen, mahasiswa lain, serta masyarakat sekitar turut memberikan pengalaman sosial dan budaya.
Hal tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas.
Peran Pendidikan bagi Biarawati
Kisah Suster Dulce juga memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi bagian dari perjalanan pengabdian seorang biarawati.
Dalam berbagai komunitas keagamaan, pendidikan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Pengetahuan profesional dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pelayanan, terutama ketika seseorang bekerja di lingkungan yang memiliki kebutuhan sosial tertentu.
Bidang kesehatan merupakan salah satu ruang yang memiliki hubungan erat dengan pelayanan masyarakat. Pengetahuan kebidanan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan perempuan dan keluarga.
Dengan demikian, studi S2 tidak hanya dapat dilihat sebagai pencapaian akademik, tetapi juga sebagai proses mempersiapkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Menjadi Bagian dari Pendidikan Internasional
Kehadiran Suster Dulce di Unisa Yogyakarta juga menunjukkan bagaimana perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa dari negara lain.
Kerja sama pendidikan internasional dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Mahasiswa internasional membawa perspektif dari negara asalnya. Sebaliknya, mereka juga memperoleh pengalaman mengenai sistem pendidikan dan kehidupan sosial di Indonesia.
Pertukaran tersebut dapat memperluas wawasan kedua pihak.
Dalam bidang kesehatan, pengalaman internasional menjadi semakin penting karena persoalan kesehatan ibu dan anak tidak terbatas pada satu negara.
Setiap wilayah memiliki tantangan berbeda. Perbandingan pengalaman dapat membantu mahasiswa melihat persoalan kesehatan dengan perspektif yang lebih luas.
Yogyakarta Jadi Ruang Belajar
Yogyakarta selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia.
Kehadiran berbagai perguruan tinggi membuat kota ini menjadi tempat bertemunya mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang.
Lingkungan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa asing. Selain mengikuti perkuliahan, mereka dapat mengenal kehidupan masyarakat, budaya, dan tradisi lokal.
Bagi Suster Dulce, Yogyakarta menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang mempertemukan latar belakang Timor-Leste dengan lingkungan akademik Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita pendidikan lintas negara.
Pendidikan dan Pengabdian
Cerita Suster Dulce menunjukkan bahwa perjalanan pendidikan seseorang dapat memiliki latar belakang dan tujuan yang beragam.
Ada mahasiswa yang melanjutkan studi untuk mengembangkan karier. Ada pula yang mengejar pendidikan lebih tinggi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Studi Magister Kebidanan memberikan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai kesehatan perempuan dan anak sekaligus mengembangkan kemampuan akademik.
Bagi seorang biarawati, ilmu tersebut dapat memiliki nilai tambahan ketika diterapkan dalam kegiatan pelayanan.
Namun, perjalanan tersebut tetap membutuhkan proses akademik yang serius. Gelar magister tidak diperoleh hanya melalui kehadiran di ruang kuliah. Mahasiswa perlu menyelesaikan berbagai mata kuliah, tugas akademik, penelitian, dan persyaratan kelulusan sesuai ketentuan program studi.
Kisah yang Menginspirasi Pendidikan
Kisah Suster Dulce menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat mempertemukan berbagai latar belakang.
Seorang biarawati dari Timor-Leste memilih Yogyakarta sebagai tempat melanjutkan pendidikan kebidanan. Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan hubungan pendidikan antara Indonesia dan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Lebih jauh, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi ruang untuk memperkuat pengetahuan sekaligus memperluas pengalaman sosial.
Studi kebidanan yang dijalani Suster Dulce memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk menjalankan pelayanan di bidang kesehatan.
Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang gelar. Pendidikan juga berkaitan dengan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk memberikan manfaat.
Perjalanan Suster Dulce di Unisa Yogyakarta menjadi gambaran bahwa ruang akademik dapat mempertemukan iman, ilmu, budaya, dan pengabdian dalam satu perjalanan pendidikan.
Sumber Artikel : https://www.kompas.com/
Sumber Gambar : https://www.kompas.com/
