Site icon UnpriEdu

UNEJ Berbagi Sediakan Sarapan Gratis

UNEJ

Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan gerakan sosial baru yang menyasar kebutuhan sederhana tetapi penting bagi mahasiswa, yakni sarapan. Melalui program UNEJ Berbagi, kampus menyediakan nasi bungkus dan susu secara gratis bagi mahasiswa sebelum mereka mengikuti aktivitas perkuliahan.

Gerakan tersebut resmi dimulai pada Jumat, 11 September 2026, di halaman Masjid Al Hikmah, Kampus UNEJ. Pada peluncuran perdana, sebanyak 500 nasi bungkus disiapkan untuk dibagikan kepada mahasiswa.

Program ini menarik perhatian karena tidak hanya mengandalkan dukungan institusi. Dana untuk menyediakan makanan berasal dari sumbangan para dosen, tenaga kependidikan atau tendik UNEJ, serta pihak lain yang ingin ikut berkontribusi.

Sarapan Gratis untuk Mahasiswa

Sejak sekitar pukul 07.00 WIB, halaman Masjid Al Hikmah mulai dipenuhi mahasiswa yang mengantre mendapatkan sarapan. Sebagian memilih menyantap makanan di lokasi, sementara mahasiswa lainnya membawa nasi bungkus karena harus segera mengikuti jadwal kuliah.

Bagi mahasiswa, program tersebut menjadi bentuk dukungan yang cukup berarti, terutama bagi mereka yang harus mengatur pengeluaran makan sehari-hari secara ketat.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan UNEJ, Nafi Ida Nuraini, mengaku biasanya memasak sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan. Ia merupakan penerima fasilitas Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP-K.

Menurut Nafi, adanya sarapan gratis dapat membantu menghemat pengeluaran untuk makanan. Ia bahkan berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lebih sering.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan makan sebelum kuliah bukan sekadar masalah kecil. Bagi sebagian mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, pengeluaran harian untuk kebutuhan pangan perlu diperhitungkan dengan cermat.

Karena itu, satu porsi nasi dan susu yang diberikan secara gratis dapat menjadi bantuan sederhana yang berdampak langsung.

Dosen dan Tendik Ikut Menyisihkan Pendapatan

Hal yang menjadi kekuatan utama UNEJ Berbagi adalah keterlibatan sivitas akademika dalam pendanaannya. Program tersebut berjalan berkat sumbangan dosen, tenaga kependidikan, serta pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap kondisi mahasiswa.

Semangat berbagi tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk program besar. Kontribusi yang dikumpulkan secara bersama-sama dapat diubah menjadi bantuan yang dirasakan langsung oleh penerima.

Wakil Rektor II UNEJ bidang Keuangan dan Umum, Prof. Sri Hernawati, mengatakan sarapan memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memulai aktivitas. Asupan makanan pada pagi hari dinilai dapat membantu tubuh tetap bertenaga sehingga mahasiswa lebih siap menjalani kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.

Bagi kampus, program ini juga tidak semata-mata berkaitan dengan makanan. Ada harapan yang lebih panjang, yakni menciptakan kondisi mahasiswa yang sehat, aktif, kreatif, dan memiliki kesempatan lebih besar untuk berprestasi.

Dijadwalkan Setiap Senin dan Jumat

UNEJ Berbagi direncanakan menjadi kegiatan rutin yang berlangsung setiap Senin dan Jumat pagi. Pola tersebut membuat gerakan sosial ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi diarahkan menjadi kegiatan berkelanjutan.

Pihak yang ingin ikut menyumbang juga dapat menghubungi Bagian Umum Kantor Pusat UNEJ. Dengan demikian, ruang partisipasi dibuka tidak hanya untuk warga kampus, tetapi juga pihak lain yang memiliki kepedulian.

Konsistensi menjadi tantangan penting bagi program seperti ini. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang jumlah makanan yang dapat disediakan dan cakupan penerima manfaat yang bisa diperluas.

Pada tahap awal, 500 nasi bungkus menjadi angka yang cukup besar untuk sebuah program yang baru dimulai. Namun, UNEJ berharap kepedulian masyarakat dan sivitas akademika terus tumbuh sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan secara istiqamah.

Melanjutkan Semangat Jumat Berkah

UNEJ Berbagi juga tidak muncul tanpa latar belakang kegiatan sosial yang sudah berjalan di lingkungan kampus. Sebelumnya, Masjid Al Hikmah telah memiliki kegiatan Jumat Berkah berupa pembagian nasi bungkus kepada mahasiswa.

M. Yusuf, salah satu pegiat kegiatan tersebut, menyebut kegiatan Jumat Berkah biasanya menyediakan sekitar 100 hingga 150 nasi bungkus yang bersumber dari kas Masjid Al Hikmah.

Kehadiran UNEJ Berbagi kemudian memperluas cakupan kegiatan tersebut. Jika sebelumnya pembagian makanan dilakukan dalam skala tertentu, program baru ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Gerakan ini dibantu mahasiswa yang tergabung dalam Takmir Masjid Al Hikmah serta Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim, Taklim, dan Khidmah atau UKM Mustika UNEJ.

Dengan demikian, program tersebut melibatkan beberapa unsur sekaligus, mulai dari dosen dan tendik sebagai penyumbang, mahasiswa sebagai pelaksana, hingga mahasiswa lainnya sebagai penerima manfaat.

Bukan Sekadar Sepiring Sarapan

UNEJ melihat gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di lingkungan perguruan tinggi. Makanan yang dibagikan memang sederhana, tetapi manfaatnya dapat berkembang ketika dikaitkan dengan aktivitas pendidikan.

Mahasiswa yang tidak melewatkan sarapan diharapkan memiliki energi lebih baik untuk mengikuti perkuliahan. Mereka juga dapat lebih aktif dalam organisasi, kegiatan kampus, penelitian, kompetisi, maupun aktivitas pengembangan diri.

Dari perspektif yang lebih luas, kampus mengaitkan gerakan tersebut dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya adalah pengurangan kemiskinan dan kelaparan, kehidupan yang sehat, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Artinya, UNEJ Berbagi berusaha menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Bantuan tidak berhenti pada pemberian makanan, tetapi diarahkan untuk mendukung mahasiswa agar dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih baik.

Menumbuhkan Budaya Peduli di Kampus

Gerakan UNEJ Berbagi juga membawa pesan bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan budaya saling membantu.

Di tengah rutinitas akademik, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki kesibukan masing-masing. Namun, program ini mempertemukan berbagai unsur tersebut dalam satu kegiatan dengan tujuan yang sama, yakni membantu mahasiswa.

Bagi mahasiswa penerima, satu nasi bungkus mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika diberikan pada waktu yang tepat, bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran sekaligus membantu mereka memulai hari dengan lebih siap.

Sementara bagi para penyumbang, program tersebut menjadi sarana untuk menyisihkan sebagian pendapatan dan mengubahnya menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh lingkungan kampus.

Ke depan, keberlanjutan UNEJ Berbagi akan sangat bergantung pada konsistensi partisipasi. Jika semakin banyak sivitas akademika dan masyarakat yang ikut berbagi, bukan tidak mungkin gerakan ini berkembang menjadi salah satu budaya sosial yang melekat di Universitas Jember.

Pada akhirnya, gerakan tersebut mengajarkan bahwa dukungan terhadap pendidikan tidak selalu berbentuk beasiswa, fasilitas, atau bantuan akademik. Sebungkus nasi dan segelas susu pun dapat menjadi bentuk kepedulian yang membantu mahasiswa melangkah lebih siap menuju ruang kuliah.



Sumber Artikel : https://edukasi.kompas.com/
Sumber Gambar : https://edukasi.kompas.com/

Exit mobile version