Masa Berlaku TOEFL Dipertanyakan
Daftar Isi
Perbincangan mengenai tes kemampuan bahasa Inggris kembali ramai di media sosial setelah sejumlah calon pelamar beasiswa mempertanyakan aturan masa berlaku sertifikat TOEFL yang hanya diakui selama dua tahun. Isu ini mencuat seiring proses seleksi berbagai program beasiswa, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang mensyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih aktif.
Banyak calon mahasiswa menilai aturan tersebut cukup memberatkan karena mereka harus mengulang tes jika sertifikat yang dimiliki sudah melewati batas waktu. Padahal, sebagian dari mereka merasa kemampuan bahasa Inggris tidak serta-merta hilang hanya karena masa berlaku sertifikat telah habis.
Lantas, mengapa sertifikat TOEFL memiliki masa berlaku hanya dua tahun?
TOEFL sebagai Standar Internasional
TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak digunakan di dunia. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik.
Hasil TOEFL biasanya digunakan sebagai salah satu syarat masuk universitas luar negeri, program beasiswa internasional, hingga persyaratan kerja di beberapa perusahaan global.
Tes ini mengukur empat keterampilan utama bahasa Inggris, yaitu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Dengan sistem penilaian yang terstandarisasi, TOEFL dianggap mampu memberikan gambaran tentang kemampuan bahasa seseorang secara objektif.
Namun, sertifikat hasil tes ini tidak berlaku selamanya.
Alasan Masa Berlaku Dua Tahun
Penyelenggara tes TOEFL menetapkan masa berlaku skor selama dua tahun. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.
Menurut berbagai lembaga pendidikan internasional, kemampuan bahasa seseorang dapat berubah seiring waktu. Tanpa penggunaan yang konsisten, kemampuan bahasa asing bisa menurun.
Sebaliknya, seseorang juga bisa mengalami peningkatan kemampuan jika sering menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, masa berlaku dua tahun dianggap sebagai jangka waktu yang cukup untuk memastikan bahwa skor tes masih mencerminkan kemampuan bahasa Inggris terbaru seseorang.
Jika masa berlaku lebih lama, ada kemungkinan skor yang digunakan tidak lagi menggambarkan kemampuan bahasa yang sebenarnya.
Standar yang Berlaku Global
Masa berlaku dua tahun tidak hanya berlaku untuk TOEFL. Tes bahasa Inggris internasional lainnya seperti IELTS juga menerapkan aturan yang sama.
Universitas-universitas di berbagai negara menggunakan standar ini untuk memastikan bahwa mahasiswa yang diterima memiliki kemampuan bahasa Inggris yang masih relevan dan memadai.
Hal ini penting terutama bagi mahasiswa internasional yang akan mengikuti perkuliahan dengan bahasa pengantar Inggris.
Kemampuan bahasa yang baik dianggap sangat penting untuk memahami materi kuliah, menulis tugas akademik, serta berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa lain.
Dampak bagi Pendaftar Beasiswa
Bagi calon penerima beasiswa, aturan masa berlaku sertifikat sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Beberapa pelamar mungkin telah memiliki skor TOEFL yang tinggi, tetapi tidak dapat menggunakannya karena masa berlaku sudah habis. Akibatnya, mereka harus mengikuti tes ulang untuk mendapatkan sertifikat baru.
Selain membutuhkan waktu persiapan tambahan, tes TOEFL juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Inilah yang membuat banyak calon mahasiswa merasa terbebani dengan kebijakan tersebut.
Namun di sisi lain, lembaga penyelenggara beasiswa menilai aturan ini penting untuk menjaga kualitas penerima program.
Perspektif Lembaga Pendidikan
Bagi universitas dan penyelenggara beasiswa, skor TOEFL bukan sekadar angka. Skor tersebut menjadi indikator kesiapan akademik seseorang untuk belajar dalam lingkungan internasional.
Mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan bahasa yang memadai berpotensi mengalami kesulitan selama proses perkuliahan.
Kesulitan memahami materi, berkomunikasi dalam diskusi kelas, hingga menulis karya ilmiah dapat menjadi hambatan serius.
Karena itu, universitas dan lembaga beasiswa biasanya hanya menerima sertifikat yang masih berlaku agar dapat memastikan kemampuan bahasa pelamar masih relevan.
Perdebatan di Kalangan Publik
Meskipun memiliki dasar akademik, aturan masa berlaku dua tahun tetap menjadi perdebatan di kalangan publik.
Sebagian orang berpendapat bahwa kemampuan bahasa tidak selalu menurun dalam waktu dua tahun, terutama jika seseorang terus menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Ada pula yang menilai bahwa sistem ini lebih menguntungkan penyelenggara tes karena peserta harus terus mengikuti tes ulang.
Namun para pakar bahasa menjelaskan bahwa tes bahasa dirancang untuk memberikan gambaran kemampuan pada waktu tertentu.
Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut bisa berubah sehingga diperlukan pengujian ulang.
Persiapan Menghadapi Tes Bahasa
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri atau mengikuti program beasiswa, persiapan tes bahasa Inggris menjadi langkah penting.
Selain mempelajari materi tes, peserta juga disarankan untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca artikel berbahasa Inggris, menonton film tanpa subtitle, serta berlatih menulis dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa secara signifikan.
Dengan latihan yang konsisten, peluang mendapatkan skor tinggi dalam tes TOEFL atau IELTS akan semakin besar.
Masa Depan Tes Bahasa Inggris
Di era globalisasi, kemampuan bahasa Inggris semakin menjadi kebutuhan penting, terutama dalam dunia pendidikan dan profesional.
Tes seperti TOEFL dan IELTS kemungkinan akan tetap menjadi standar internasional untuk mengukur kemampuan bahasa.
Namun perkembangan teknologi juga mulai menghadirkan metode evaluasi baru, termasuk tes berbasis kecerdasan buatan yang dapat menilai kemampuan bahasa secara lebih adaptif.
Meskipun demikian, prinsip dasar pengujian kemungkinan tidak akan berubah: kemampuan bahasa harus diuji secara berkala untuk memastikan bahwa keterampilan tersebut masih relevan.
Kesimpulan
Perdebatan mengenai masa berlaku sertifikat TOEFL menunjukkan betapa pentingnya tes bahasa dalam dunia pendidikan global.
Masa berlaku dua tahun bukan semata-mata aturan administratif, melainkan upaya untuk memastikan bahwa kemampuan bahasa yang ditunjukkan oleh peserta masih mencerminkan kondisi terbaru.
Bagi calon mahasiswa dan pelamar beasiswa seperti LPDP, memahami aturan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan diri.
Dengan perencanaan yang baik dan latihan yang konsisten, tes bahasa Inggris bukan lagi menjadi hambatan, melainkan pintu menuju peluang pendidikan yang lebih luas di tingkat internasional.
Sumber Artikel : https://www.detik.com/
Sumber Gambar : https://www.detik.com/
