Gagasan sekolah terintegrasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto mulai menjadi perbincangan publik. Konsep ini disebut akan menggabungkan dua kurikulum dalam satu sistem pendidikan terpadu, sebuah pendekatan yang dinilai ambisius sekaligus menantang.

Wacana tersebut muncul sebagai bagian dari agenda reformasi pendidikan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, bagaimana sebenarnya konsep sekolah terintegrasi dengan dua kurikulum ini?

Konsep Sekolah Terintegrasi

Sekolah terintegrasi dimaksudkan sebagai lembaga pendidikan yang menggabungkan dua pendekatan kurikulum dalam satu sistem pembelajaran. Biasanya, model ini mengombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional atau kurikulum berbasis keunggulan tertentu.

Tujuannya adalah menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan identitas nasional. Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan globalisasi dan persaingan tenaga kerja internasional.

Gagasan tersebut juga disebut sebagai upaya memperkuat daya saing siswa Indonesia di tingkat regional maupun global.

Dua Kurikulum dalam Satu Sistem

Model dua kurikulum memungkinkan siswa mempelajari materi wajib nasional sekaligus standar internasional. Misalnya, mata pelajaran inti mengikuti kurikulum nasional, sementara beberapa bidang seperti sains atau matematika menggunakan standar global.

Pendekatan ini bukan sepenuhnya baru. Beberapa sekolah swasta telah menerapkan sistem serupa, terutama yang berlabel internasional. Namun menjadikannya bagian dari kebijakan nasional tentu memiliki implikasi lebih luas.

Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana sinkronisasi materi, beban belajar siswa, dan kesiapan tenaga pengajar.

Tantangan Implementasi

Menerapkan dua kurikulum dalam satu sekolah memerlukan perencanaan matang. Salah satu tantangan utama adalah kesiapan sumber daya manusia.

Pengajar harus memiliki kompetensi untuk mengajar dengan standar ganda. Ini mencakup kemampuan bahasa asing, pemahaman kurikulum internasional, serta adaptasi metode pembelajaran modern.

Selain itu, infrastruktur sekolah juga harus mendukung. Fasilitas laboratorium, teknologi pembelajaran, dan sistem evaluasi perlu disesuaikan dengan standar yang lebih tinggi.

Perspektif Kebijakan Pendidikan

Dalam konteks kebijakan publik, sekolah terintegrasi bisa menjadi simbol transformasi pendidikan nasional. Pemerintah ingin menunjukkan komitmen dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di era ekonomi digital.

Namun kebijakan ini harus mempertimbangkan kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah. Tidak semua sekolah memiliki kapasitas yang sama untuk mengadopsi model kurikulum ganda.

Jika tidak dirancang secara inklusif, kebijakan ini berpotensi memperlebar ketimpangan antara sekolah perkotaan dan pedesaan.

Manfaat Potensial

Di sisi lain, sistem dua kurikulum dapat memberikan manfaat signifikan. Siswa berpeluang memperoleh wawasan global sejak dini tanpa harus meninggalkan nilai kebangsaan.

Kemampuan bahasa asing, literasi digital, dan pemikiran kritis menjadi lebih terasah. Hal ini penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Model ini juga dapat mendorong inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk penerapan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi internasional.

Perbandingan dengan Negara Lain

Beberapa negara telah menerapkan model serupa, terutama di kawasan Asia dan Timur Tengah. Sekolah yang menggabungkan kurikulum nasional dan internasional sering menjadi pilihan keluarga yang menginginkan fleksibilitas pendidikan.

Namun keberhasilan model tersebut sangat bergantung pada regulasi, pengawasan mutu, dan pelatihan tenaga pengajar yang berkelanjutan.

Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain agar implementasi tidak sekadar menjadi wacana tanpa hasil nyata.

Respons Publik dan Akademisi

Wacana sekolah terintegrasi ini mendapat respons beragam. Sebagian pihak mendukung sebagai langkah progresif, sementara yang lain mengingatkan potensi beban belajar berlebihan bagi siswa.

Akademisi menekankan pentingnya uji coba terbatas sebelum diterapkan secara luas. Evaluasi berbasis data menjadi kunci untuk menilai efektivitas model ini.

Dialog antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat juga diperlukan agar kebijakan tidak berjalan sepihak.

Kesiapan Anggaran dan Regulasi

Aspek pendanaan menjadi faktor krusial. Pengembangan kurikulum, pelatihan pengajar, serta penyediaan fasilitas membutuhkan investasi besar.

Selain itu, regulasi harus jelas dalam mengatur standar penilaian, akreditasi, serta pengawasan mutu. Tanpa payung hukum yang kuat, implementasi bisa berjalan tidak konsisten.

Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas pendidikan.

Masa Depan Pendidikan Indonesia

Gagasan sekolah terintegrasi dengan dua kurikulum mencerminkan ambisi untuk mempercepat transformasi pendidikan. Di era globalisasi, sistem pendidikan memang dituntut lebih adaptif dan inovatif.

Namun reformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan. Ia memerlukan sinergi antara kebijakan, sumber daya manusia, dan dukungan masyarakat.

Jika dirancang dengan matang, model ini dapat menjadi tonggak baru dalam perjalanan pendidikan Indonesia.

Kesimpulan

Sekolah terintegrasi dengan dua kurikulum yang digagas Presiden Prabowo menawarkan visi pendidikan yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Konsep ini menjanjikan peningkatan kualitas lulusan melalui integrasi standar nasional dan internasional.

Meski demikian, tantangan implementasi tidak ringan. Kesiapan pengajar, infrastruktur, regulasi, serta pemerataan akses menjadi faktor penentu keberhasilan.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ini akan diukur dari dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi masa depan. Transformasi pendidikan bukan sekadar perubahan kurikulum, tetapi perubahan paradigma menuju sistem yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.


Sumber Artikel : https://www.kompas.com/
Sumber Gambar : https://www.kompas.com/