Beasiswa Sandiaga Buka Jalan Wirausaha
Sandiaga Uno bersama i3L University dan OK OCE Indonesia meluncurkan program The Sandiaga Uno Entrepreneurship Scholarship untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru. Program yang diresmikan pada Kamis, 15 Oktober 2026, ini menawarkan dukungan biaya pendidikan bagi calon pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis melalui pendidikan formal.
Beasiswa tersebut dirancang untuk menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan pengalaman nyata dalam menjalankan usaha. Selain dukungan biaya kuliah, peserta berkesempatan memperoleh pendampingan dari akademisi i3L University dan praktisi bisnis yang tergabung dalam jaringan OK OCE.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan i3L University, dukungan biaya pendidikan dalam program ini mencapai Rp175 juta. Beasiswa ditujukan bagi calon mahasiswa yang berminat mengambil program sarjana di bidang International Business Management atau Innovation & Entrepreneurship. Biaya pendaftaran juga dibebaskan bagi pendaftar program tersebut. Sumber: i3L University.
Beasiswa Sandiaga Uno Fokus pada Kewirausahaan
Peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan, menyusun strategi pemasaran, memahami konsumen, serta membangun bisnis secara berkelanjutan.
Sandiaga Uno, yang dikenal sebagai pendiri OK OCE, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan kewirausahaan seharusnya tidak berhenti pada perolehan ijazah. Penerima beasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menghasilkan dampak ekonomi, termasuk menciptakan lapangan kerja.
Pendekatan tersebut menempatkan kewirausahaan sebagai keterampilan yang perlu dikembangkan melalui kombinasi teori, praktik, dan pengalaman lapangan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep bisnis di ruang kelas, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan nyata dalam usaha.
Program ini juga melibatkan OK OCE Indonesia, organisasi yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang bagi peserta untuk belajar dari pengalaman para praktisi dan membangun jejaring yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.
Pendampingan usaha dan akses terhadap sumber pembiayaan menjadi bagian penting dari upaya membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.
Kuliah S1 dengan Jalur RPL
Salah satu aspek yang menarik perhatian dalam kerja sama i3L University dan OK OCE adalah penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur ini memungkinkan pengalaman belajar dan kompetensi yang diperoleh seseorang sebelum kuliah dinilai untuk mendapatkan pengakuan akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, pengakuan tersebut tidak diberikan secara otomatis. Perguruan tinggi perlu melakukan asesmen untuk menilai kesesuaian kompetensi dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
Melalui skema yang diumumkan dalam kerja sama tersebut, pelaku usaha dalam jaringan OK OCE yang memiliki portofolio pengalaman relevan berpeluang menyelesaikan pendidikan S1 dalam empat hingga enam semester. Durasi aktual tetap bergantung pada hasil penilaian, program studi, dan ketentuan akademik yang berlaku.
Skema ini juga dapat membantu peserta menghubungkan keterampilan praktis dengan landasan teori bisnis yang lebih sistematis.
Meski demikian, calon mahasiswa perlu memahami bahwa RPL bukan berarti seluruh pengalaman usaha langsung dikonversi menjadi satuan kredit semester. Penilaian dilakukan berdasarkan bukti kompetensi, dokumen pendukung, serta standar yang ditetapkan perguruan tinggi.
Informasi mengenai program RPL dan prosedur pengakuan pengalaman belajar juga tersedia melalui sistem resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di SIERRA.
Dua Program Sarjana yang Ditawarkan
Berdasarkan informasi penerimaan yang diumumkan i3L University, beasiswa ini terbuka bagi calon mahasiswa pada dua program sarjana, yakni International Business Management serta Innovation & Entrepreneurship.
Pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan usaha, memperbaiki proses operasional, serta mempersiapkan bisnis menghadapi persaingan.
Sementara itu, Innovation & Entrepreneurship berfokus pada pengembangan gagasan, penciptaan peluang usaha, dan penerapan inovasi dalam kegiatan bisnis.
Kedua program tersebut memberikan landasan akademik yang dapat mendukung pengambilan keputusan bisnis. Namun, calon peserta perlu memeriksa kurikulum, metode perkuliahan, serta ketentuan penerimaan untuk memastikan program yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan rencana kariernya.
Dukungan beasiswa hingga Rp175 juta juga perlu dipahami sesuai ketentuan resmi program. Besaran bantuan yang diterima setiap peserta dapat bergantung pada skema beasiswa dan persyaratan yang ditetapkan penyelenggara. Karena itu, calon pendaftar sebaiknya memastikan cakupan biaya, durasi dukungan, dan kemungkinan biaya lain sebelum mendaftar.
Pendampingan Bisnis Tidak Hanya di Kelas
Kolaborasi i3L University dan OK OCE tidak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan. Peserta juga direncanakan mendapatkan pendampingan dari dua lingkungan berbeda, yakni akademisi yang memahami teori dan metode pembelajaran serta praktisi yang memiliki pengalaman menjalankan usaha.
Model pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta mengidentifikasi masalah bisnis, menguji ide, serta menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih terukur. Pendampingan juga dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi model bisnis dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.
Kerja sama kedua pihak turut mencakup pengembangan program Mini MBA dan rencana pembentukan School of Entrepreneurship. Kurikulum kewirausahaan OK OCE yang terdiri atas tujuh tahapan akan diintegrasikan dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning.
Dalam pendekatan berbasis proyek, peserta didorong untuk mengerjakan persoalan nyata dan menerapkan pengetahuan secara langsung. Model ini dapat membantu mahasiswa memahami hubungan antara teori, proses operasional, pemasaran, dan pengelolaan usaha.
Kerja sama tersebut juga mencakup peluang pemanfaatan laboratorium pengujian produk makanan dan perawatan kulit milik i3L University bagi wirausahawan binaan OK OCE. Fasilitas tersebut berpotensi mendukung pengembangan dan evaluasi produk, sesuai ketentuan penggunaan laboratorium yang berlaku.
Selain itu, kedua pihak merencanakan kegiatan UMKM Expo pada Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas peluang promosi dan jejaring bisnis.
Peluang bagi Pelaku UMKM
Program beasiswa ini dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kompetensi akademik. Bagi pelaku UMKM, pendidikan formal berpotensi membantu meningkatkan pemahaman tentang manajemen, inovasi, pengembangan pasar, dan strategi pertumbuhan.
Akan tetapi, manfaat program tetap bergantung pada kebutuhan peserta dan penerapan pengetahuan setelah mengikuti perkuliahan. Beasiswa pendidikan bukan jaminan bahwa bisnis akan langsung berkembang atau memperoleh akses pendanaan. Pelaku usaha tetap perlu memiliki perencanaan yang matang, pencatatan keuangan yang tertib, serta strategi yang sesuai dengan kondisi pasar.
Penerima beasiswa juga perlu mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha dan mengikuti kegiatan akademik. Bagi peserta jalur RPL, penyiapan portofolio pengalaman kerja dan kelengkapan dokumen menjadi langkah penting sebelum proses asesmen.
Cara Mencari Informasi Pendaftaran
Calon peserta sebaiknya memantau informasi terbaru melalui kanal resmi i3L University di i3l.ac.id dan portal pendaftaran registration.i3L.ac.id. Pendaftar juga dapat menghubungi pihak penerimaan mahasiswa untuk memperoleh penjelasan mengenai persyaratan akademik, cakupan beasiswa, jadwal seleksi, dan dokumen yang dibutuhkan.
Peluncuran The Sandiaga Uno Entrepreneurship Scholarship memperlihatkan upaya menghubungkan pendidikan tinggi dengan pengembangan kewirausahaan. Melalui dukungan biaya pendidikan, pendampingan, dan jalur RPL, program ini membuka peluang bagi calon pengusaha maupun pelaku usaha berpengalaman untuk meningkatkan kapasitasnya.
Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima beasiswa, tetapi juga oleh kemampuan mereka menerapkan pengetahuan untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sumber Artikel : https://www.kompas.com/
Sumber Gambar : https://www.kompas.com/
