Telkomsel mendorong sekolah menengah pertama (SMP) mempercepat digitalisasi administrasi melalui platform Skul.id. Upaya tersebut dilakukan dengan menyosialisasikan pemanfaatan layanan digital kepada 55 kepala SMP se-Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Inisiatif ini menyasar pengelolaan administrasi pendidikan yang masih dilakukan secara manual atau menggunakan sistem berbeda-beda. Melalui Skul.id, sekolah dapat mengintegrasikan sejumlah kebutuhan operasional, mulai dari pencatatan kehadiran siswa, pengelolaan nilai, rapor elektronik, tugas, hingga jadwal pelajaran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pendidikan. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi juga bagaimana sekolah mengelola informasi secara lebih teratur, efisien, dan mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.

Vice President Consumer Business Area Pamasuka Telkomsel, Robby Aris Cahyady, mengatakan pengembangan Skul.id ditujukan untuk menghadirkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Perusahaan juga ingin membantu memperkuat kemampuan digital tenaga pendidik agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Skul.id Satukan Administrasi Sekolah

Skul.id merupakan platform digital yang menghubungkan kebutuhan sekolah, pengajar, siswa, dan orang tua dalam satu ekosistem. Layanan ini dirancang untuk mendukung kegiatan administrasi sekaligus aktivitas pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.

Sejumlah fitur yang tersedia mencakup presensi online, pengelolaan nilai, e-rapor, tugas, jadwal pelajaran, serta fasilitas pembelajaran digital. Telkomsel juga menjelaskan bahwa platform tersebut menyediakan layanan lain, seperti kelas online, kuis, dan pembayaran SPP, sesuai fitur yang digunakan.

Pengintegrasian berbagai kebutuhan itu berpotensi mengurangi pekerjaan berulang yang muncul ketika sekolah menggunakan banyak sistem terpisah. Pengajar, misalnya, dapat memanfaatkan fasilitas digital untuk mencatat kehadiran dan mengelola informasi pembelajaran tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dokumen fisik.

Bagi pihak sekolah, pengelolaan data secara terstruktur dapat membantu proses pencarian informasi dan penyusunan laporan. Sementara itu, siswa dan orang tua bisa memperoleh akses terhadap informasi pendidikan melalui fasilitas yang disediakan sekolah.

Meski demikian, manfaat platform akan bergantung pada penerapan di masing-masing satuan pendidikan. Sekolah perlu memastikan data yang dimasukkan akurat, akun pengguna dikelola dengan baik, dan pengajar maupun staf memahami prosedur penggunaan sistem.

Fitur Dasar Tersedia Gratis

Salah satu hal yang ditawarkan Telkomsel adalah akses gratis terhadap fitur dasar Skul.id. Kebijakan ini memungkinkan sekolah mulai menerapkan administrasi digital tanpa harus langsung menanggung biaya langganan untuk fitur dasar.

Fitur tersebut mencakup kebutuhan umum seperti presensi, e-rapor, tugas, dan jadwal pelajaran. Sekolah dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan sehari-hari serta mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.

Selain layanan dasar, tersedia pula Skul.id Plus untuk institusi yang membutuhkan fasilitas tambahan. Layanan ini antara lain mencakup ujian digital dan bank soal, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan evaluasi pembelajaran.

Pemisahan antara fitur dasar dan layanan tambahan memberikan pilihan bagi sekolah untuk menyesuaikan penggunaan platform dengan kebutuhannya. Sekolah dapat memulai dari fungsi administrasi yang paling dibutuhkan, kemudian mempertimbangkan fitur lanjutan berdasarkan kesiapan tenaga pendidik dan anggaran.

Namun, sekolah tetap perlu memeriksa ketentuan layanan terbaru sebelum mengadopsi fitur tertentu. Ketersediaan fasilitas, persyaratan penggunaan, dan rincian layanan tambahan perlu dipastikan melalui kanal resmi Skul.id.

Libatkan 55 Kepala SMP di Makassar

Sosialisasi yang berlangsung di Makassar diikuti 55 kepala SMP dari wilayah kota tersebut. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan fungsi platform sekaligus mendorong pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menilai penggunaan teknologi digital di lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Penerapan sistem digital, menurutnya, perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap sekolah. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mendukung transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan kepada siswa.

Keterlibatan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas penggunaan teknologi di sekolah. Dukungan kelembagaan dapat membantu menyelaraskan kebutuhan sekolah dengan program digitalisasi, sekaligus membuka ruang untuk evaluasi dan perbaikan penerapan sistem.

Dalam kegiatan tersebut, Telkomsel turut memberikan apresiasi kepada lima sekolah yang telah mengikuti proyek percontohan atau pilot project Skul.id. Kelima sekolah itu adalah SMPN 5 Makassar, SMPN 6 Makassar, SMPN 19 Makassar, SMPN 27 Makassar, dan SMPN 30 Makassar.

Sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain yang ingin mulai menerapkan pengelolaan administrasi berbasis digital.

Peluang Meningkatkan Efisiensi Pengajar

Administrasi merupakan bagian penting dari kegiatan sekolah, tetapi pengelolaannya dapat menyita waktu apabila seluruh proses dilakukan secara manual. Pencatatan kehadiran, rekapitulasi nilai, penyusunan rapor, serta penyampaian informasi kepada orang tua membutuhkan ketelitian dan koordinasi.

Sistem digital seperti Skul.id berpotensi membantu menyederhanakan pekerjaan tersebut. Informasi yang tersimpan dalam platform dapat mempermudah pengelolaan data, selama pengguna menerapkan prosedur yang konsisten dan memastikan setiap informasi diperbarui dengan benar.

Efisiensi administrasi juga dapat memberi ruang bagi pengajar untuk lebih berkonsentrasi pada kegiatan pembelajaran. Meski demikian, teknologi tidak otomatis menghilangkan seluruh beban kerja. Pengajar tetap membutuhkan waktu untuk mempelajari sistem, memasukkan data, memeriksa hasil, dan menyesuaikan alur kerja sekolah.

Karena itu, pelatihan bagi pengajar dan staf tata usaha menjadi bagian penting dari penerapan platform. Pendampingan juga dibutuhkan agar pengguna yang belum terbiasa dengan aplikasi digital tidak mengalami kesulitan ketika sistem mulai digunakan secara rutin.

Tantangan Keamanan dan Akses Digital

Digitalisasi sekolah tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Sekolah juga perlu memperhatikan kualitas koneksi internet, ketersediaan perangkat, kemampuan digital pengguna, serta perlindungan data siswa.

Informasi pendidikan dapat mencakup identitas siswa, catatan kehadiran, nilai, dan data lain yang tidak boleh diakses sembarang pihak. Pengelola sekolah perlu memastikan hak akses diberikan sesuai tanggung jawab masing-masing pengguna serta menerapkan kebiasaan menjaga keamanan akun.

Sekolah juga perlu menyiapkan prosedur ketika koneksi internet terganggu atau pengguna mengalami kendala teknis. Langkah tersebut penting agar kegiatan administrasi dan pembelajaran tetap dapat berjalan ketika layanan digital tidak bisa diakses sementara waktu.

Di sisi lain, pemerataan akses menjadi perhatian tersendiri. Tidak semua sekolah memiliki perangkat dan konektivitas dengan kualitas yang sama. Penerapan teknologi karena itu perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah agar digitalisasi tidak menambah kesenjangan layanan pendidikan.

Evaluasi berkala dapat membantu sekolah menilai apakah platform benar-benar mempersingkat proses administrasi, mempermudah komunikasi, dan meningkatkan ketepatan pengelolaan informasi. Hasil evaluasi juga dapat menjadi dasar untuk menentukan fitur mana yang paling dibutuhkan.

Dorong Ekosistem Pendidikan Digital

Melalui Skul.id, Telkomsel berupaya memperluas pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan dengan menghubungkan kebutuhan administrasi dan pembelajaran dalam satu platform. Sosialisasi kepada puluhan kepala SMP di Makassar menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan layanan tersebut kepada satuan pendidikan.

Kolaborasi antara penyedia teknologi, pemerintah daerah, dan sekolah akan menentukan keberhasilan implementasinya. Selain kesiapan infrastruktur, adopsi teknologi memerlukan dukungan sumber daya manusia, pengelolaan data yang bertanggung jawab, serta evaluasi manfaat secara berkelanjutan.

Ke depan, keberhasilan digitalisasi sekolah tidak semata-mata diukur dari jumlah aplikasi yang digunakan. Hal yang lebih penting adalah apakah teknologi membantu pengajar bekerja lebih efektif, membuat administrasi lebih tertata, dan memudahkan siswa serta orang tua memperoleh informasi pendidikan.

Dengan tersedianya fitur dasar secara gratis dan pilihan layanan tambahan, Skul.id menawarkan salah satu opsi bagi sekolah yang ingin mulai beralih ke sistem digital. Namun, penerapan yang efektif tetap memerlukan perencanaan, pelatihan, dan penyesuaian dengan kebutuhan masing-masing sekolah.



Sumber Artikel : https://www.antaranews.com/
Sumber Gambar : https://www.antaranews.com/