Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan program beasiswa pendidikan bagi atlet dan pelatih Indonesia yang berjuang dalam ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Dukungan tersebut diberikan untuk membuka kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi perguruan tinggi terhadap perjuangan atlet yang membawa nama Indonesia di kompetisi internasional. Unesa juga ingin memastikan bahwa prestasi olahraga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pendidikan dan persiapan karier setelah masa kompetisi berakhir.

Program tersebut menarik perhatian karena tidak hanya menyasar atlet peraih medali. Pelatih dan anggota kontingen juga termasuk dalam kelompok yang memperoleh kesempatan sesuai ketentuan program.

Namun, skema bantuan untuk setiap jenjang pendidikan berbeda. Pada jenjang S1, Unesa memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sementara itu, untuk S2 dan S3 tersedia jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan pengakuan pengalaman dan prestasi olahraga melalui asesmen akademik.

Unesa Apresiasi Perjuangan Atlet

Komitmen pemberian beasiswa disampaikan Unesa pada penyelenggaraan Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang, pada 18–24 Oktober 2026.

Rektor Unesa, Nurhasan, menegaskan bahwa atlet dan pelatih membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian di arena pertandingan. Pendidikan tinggi juga menjadi bagian penting untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Menurut Nurhasan, perjuangan membela Indonesia di tingkat internasional merupakan pengorbanan besar. Karena itu, perguruan tinggi perlu memberikan kesempatan bagi insan olahraga untuk mengembangkan kemampuan akademik setelah menjalani karier kompetitif.

Unesa ingin mengintegrasikan prestasi olahraga dengan pendidikan melalui kebijakan yang memberikan akses lebih luas bagi atlet dan pelatih.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga berkelanjutan. Atlet tidak hanya dipandang sebagai individu yang mengejar medali, tetapi juga sebagai sumber daya manusia yang memiliki kesempatan berkembang dalam bidang pendidikan dan profesi lainnya.

Skema Beasiswa S1, S2, dan S3

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon penerima adalah perbedaan skema bantuan berdasarkan jenjang pendidikan.

Untuk program sarjana atau S1, Unesa menyediakan pembebasan UKT. Fasilitas ini membantu mahasiswa atlet mengurangi beban biaya pendidikan selama menempuh studi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, calon mahasiswa S2 dan S3 dapat menempuh jalur reguler atau Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur RPL memungkinkan pengalaman, kompetensi, serta capaian pembelajaran yang diperoleh sebelumnya dipertimbangkan sebagai bagian dari proses akademik.

Dalam konteks atlet dan pelatih, rekam jejak kompetisi, pengalaman kepelatihan, serta prestasi olahraga dapat menjadi bahan penilaian untuk pengakuan sejumlah satuan kredit semester (SKS).

Meski demikian, pengakuan tersebut tidak diberikan secara otomatis. Unesa tetap menerapkan asesmen terukur untuk menentukan pengalaman dan capaian yang dapat dikonversi menjadi bobot SKS.

Dengan mekanisme ini, pengalaman panjang di dunia olahraga dapat memperoleh pengakuan dalam pendidikan formal tanpa mengabaikan standar akademik perguruan tinggi.

Atlet Peraih Medali Turut Mendapatkan Apresiasi

Sejumlah atlet yang memiliki keterkaitan dengan Unesa turut mencatatkan prestasi pada Asian Para Games 2026. Mereka menjadi contoh bagaimana pendidikan dan karier olahraga dapat berjalan beriringan.

Salah satunya adalah Mutiara Cantik Hartanto, atlet renang nasional sekaligus mahasiswa S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa. Ia menyumbangkan medali perunggu pada nomor 4 x 100 meter medley relay 34 points dan medali perak pada nomor 100 meter gaya dada putri SB9.

Prestasi juga ditorehkan Ken Swagumilang, mahasiswa S2 Manajemen Olahraga Unesa. Ia berhasil membawa pulang dua medali perak dari cabang panahan, masing-masing pada nomor compound men’s doubles dan compound mixed team.

Sementara itu, Maulana Rifky Yavianda, mahasiswa S2 Manajemen Olahraga Unesa sekaligus atlet renang, turut menyumbangkan medali bagi Indonesia. Ia meraih medali perak pada nomor 50 meter gaya bebas putra S13.

Capaian para atlet tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak harus menjadi penghalang bagi seseorang untuk berprestasi di tingkat internasional. Dengan dukungan yang sesuai, kegiatan akademik dan pembinaan olahraga dapat dijalankan secara bersamaan.

Indonesia Lampaui Target Medali

Pemberian apresiasi dari Unesa juga berlangsung setelah kontingen Indonesia mencatatkan hasil yang melampaui target pada Asian Para Games 2026.

Tim Merah Putih mengakhiri kompetisi dengan raihan delapan medali emas, delapan perak, dan 22 perunggu. Total 38 medali tersebut melampaui target awal Indonesia, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.

Hasil tersebut menunjukkan kontribusi atlet Indonesia dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Aichi-Nagoya.

Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyambut positif dukungan pendidikan yang disiapkan Unesa. Menurutnya, kesempatan melanjutkan pendidikan menjadi bentuk perhatian terhadap masa depan atlet dan pelatih setelah menyelesaikan kompetisi.

Dukungan tersebut juga dinilai penting bagi atlet disabilitas. Akses terhadap pendidikan tinggi dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan di luar arena olahraga sekaligus mempersiapkan pilihan karier jangka panjang.

Penerima Tetap Wajib Menjaga Prestasi

Meskipun memperoleh dukungan biaya pendidikan, penerima beasiswa tetap harus memenuhi kewajiban akademik dan olahraga.

Unesa mensyaratkan mahasiswa menjaga stabilitas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama menjalani perkuliahan. Selain itu, penerima juga diharapkan tetap konsisten mengikuti pembinaan olahraga.

Ketentuan tersebut bertujuan memastikan bahwa dukungan pendidikan tidak mengurangi perhatian terhadap kualitas akademik maupun perkembangan prestasi olahraga.

Bagi atlet yang masih aktif berkompetisi, pengaturan waktu menjadi salah satu tantangan. Mereka perlu membagi perhatian antara jadwal latihan, pertandingan, kegiatan akademik, serta kewajiban perkuliahan.

Karena itu, calon penerima perlu memahami aturan program dan berkonsultasi dengan pihak kampus mengenai pilihan studi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Cara Mendapatkan Informasi Beasiswa Unesa

Atlet dan pelatih yang tertarik melanjutkan pendidikan melalui program ini perlu menghubungi Universitas Negeri Surabaya untuk memperoleh informasi resmi mengenai mekanisme penerimaan.

Calon mahasiswa sebaiknya menyiapkan dokumen akademik, identitas diri, serta bukti rekam jejak olahraga. Dokumen prestasi dapat mencakup sertifikat kompetisi, surat keterangan keikutsertaan dalam kontingen, riwayat kepelatihan, dan bukti pencapaian lain yang relevan.

Untuk jenjang S2 dan S3, calon peserta juga perlu menanyakan persyaratan jalur reguler maupun RPL, termasuk proses asesmen pengalaman dan pengakuan SKS.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui situs resmi Unesa di unesa.ac.id atau dengan menghubungi unit penerimaan mahasiswa dan pengelola program pascasarjana.

Perlu diperhatikan bahwa pengumuman beasiswa ini tidak berarti seluruh atlet dan pelatih otomatis diterima tanpa proses seleksi. Ketentuan penerimaan mahasiswa, asesmen akademik, serta persyaratan beasiswa tetap harus dipenuhi.

Pendidikan Menjadi Bekal Masa Depan Atlet

Langkah Unesa memberikan dukungan pendidikan bagi atlet dan pelatih Asian Para Games 2026 memperlihatkan pentingnya menyiapkan masa depan insan olahraga secara lebih menyeluruh.

Prestasi di arena pertandingan memang menjadi kebanggaan nasional. Namun, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi juga dapat membuka jalan bagi atlet untuk mengembangkan karier sebagai pelatih, akademisi, pengelola olahraga, maupun profesional di bidang lain.

Melalui pembebasan UKT dan pengakuan pengalaman olahraga melalui RPL, Unesa berupaya menjembatani prestasi di lapangan dengan pencapaian akademik.

Bagi atlet dan pelatih yang ingin melanjutkan studi, program ini dapat menjadi kesempatan untuk membangun masa depan melalui pendidikan tanpa harus meninggalkan pengalaman serta kontribusi mereka dalam dunia olahraga.



Sumber Artikel : https://www.kompas.com/
Sumber Gambar : https://www.kompas.com/