UNDIP Perkuat Riset AI dan Robotika
Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat jejaring akademik internasional dengan menggandeng dua perguruan tinggi terkemuka China, yakni Tsinghua University dan Peking University. Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan teknologi strategis, terutama artificial intelligence (AI), intelligent robotics, dan cybersecurity.
Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Peking University pada 9 September 2026. Dua hari kemudian, tepatnya 11 September 2026, UNDIP melanjutkan penandatanganan MoU dengan Tsinghua University.
Bagi UNDIP, kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertukaran akademik. Kampus juga menargetkan penguatan riset, inovasi, publikasi ilmiah, mobilitas mahasiswa, serta pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknologi masa depan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UNDIP memperluas keterhubungan dengan ekosistem riset internasional.
Fokus pada AI dan Robotika
Artificial intelligence menjadi salah satu bidang yang semakin penting dalam perkembangan teknologi global. AI kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari analisis data, otomasi industri, sistem prediksi, hingga pengembangan produk digital.
Dalam kerja sama dengan Tsinghua University dan Peking University, UNDIP secara khusus memasukkan intelligent robotics sebagai salah satu bidang kolaborasi.
Robotika modern tidak lagi hanya mengandalkan sistem mekanik. Kemampuan robot untuk memahami lingkungan, memproses informasi, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan semakin bergantung pada integrasi sensor, perangkat lunak, AI, serta sistem kendali.
Kolaborasi lintas bidang tersebut membuka ruang bagi penelitian yang menggabungkan keahlian teknik, komputer, elektronika, mekanika, dan ilmu terkait lainnya.
UNDIP sendiri telah memiliki aktivitas riset robotika dan AI. Salah satunya terlihat dari pengembangan teknologi cyborg insect oleh mahasiswa Fakultas Teknik yang dirancang untuk membantu pencarian korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia.
Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperluas penelitian dan inovasi di bidang robotika.
Keamanan Siber Ikut Jadi Prioritas
Selain AI dan robotika, cybersecurity atau keamanan siber juga menjadi bagian dari cakupan kerja sama.
Perkembangan AI dan transformasi digital membawa peluang sekaligus kebutuhan terhadap sistem keamanan yang semakin kuat. Infrastruktur digital yang semakin kompleks membutuhkan penelitian mengenai perlindungan data, keamanan jaringan, sistem deteksi ancaman, dan teknologi pertahanan digital.
Kolaborasi akademik dalam bidang tersebut dapat membuka kesempatan bagi dosen dan peneliti untuk mengembangkan riset bersama dengan perspektif internasional.
Keamanan siber juga semakin relevan karena AI dapat digunakan dalam berbagai tahap pengembangan sistem digital. Karena itu, penelitian mengenai AI dan cybersecurity dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki aspek keamanan yang memadai.
Riset Bersama hingga Pertukaran Mahasiswa
Kerja sama UNDIP dengan kedua universitas China tersebut direncanakan ditindaklanjuti melalui sejumlah kegiatan konkret.
Menurut keterangan resmi UNDIP, bentuk kolaborasi yang disiapkan mencakup joint research, joint publication, pertukaran mahasiswa tingkat master dan PhD, joint supervision, serta pengembangan proyek inovasi bersama.
Skema tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara. Pertukaran mahasiswa juga dapat membuka kesempatan untuk mengenal metode penelitian, laboratorium, budaya akademik, dan ekosistem inovasi yang berbeda.
Sementara itu, joint supervision memungkinkan mahasiswa tingkat lanjut memperoleh bimbingan dari akademisi di institusi mitra. Model tersebut berpotensi memperluas jejaring ilmiah sekaligus meningkatkan interaksi antara peneliti Indonesia dan China.
Bagi dosen dan peneliti, joint publication serta penelitian bersama juga dapat menjadi sarana untuk memperluas kolaborasi ilmiah.
Dorong Hilirisasi Hasil Penelitian
UNDIP menegaskan bahwa kolaborasi internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU.
Kampus ingin mendorong agar hasil penelitian dan inovasi dapat masuk ke tahap yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pendekatan tersebut dikenal sebagai hilirisasi inovasi, yaitu proses membawa hasil penelitian dari lingkungan akademik menuju penerapan yang lebih nyata.
Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, Dian Wahyu Harjanti, menyebut kesamaan fokus riset UNDIP dengan kekuatan teknologi yang dimiliki Tsinghua University dan Peking University sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas peneliti serta mempercepat pengembangan inovasi.
Dengan demikian, kolaborasi diharapkan dapat menghasilkan lebih dari sekadar publikasi ilmiah. Proyek teknologi, prototipe, atau solusi yang dapat diterapkan menjadi salah satu arah yang ingin dikembangkan.
Membuka Akses ke Ekosistem Teknologi
Kerja sama dengan universitas internasional juga memberikan peluang bagi mahasiswa dan peneliti UNDIP untuk berinteraksi dengan ekosistem teknologi yang berkembang di China.
Hal ini menjadi semakin penting karena China memiliki industri teknologi yang berkembang pesat, termasuk di sektor AI, robotika, manufaktur, dan teknologi digital.
UNDIP sebelumnya juga memperluas kerja sama dengan sejumlah institusi di China dalam bidang AI, robotika, pendidikan, dan hubungan universitas-industri. Pada September 2026, delegasi UNDIP bahkan mengunjungi pusat AI dan robotika di Guangzhou City Polytechnic untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut.
Rangkaian kerja sama tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi teknologi tidak hanya diarahkan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui hubungan dengan dunia industri.
Peluang bagi Mahasiswa UNDIP
Bagi mahasiswa, kerja sama internasional semacam ini dapat membuka peluang untuk memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di luar negeri.
Pertukaran mahasiswa, proyek bersama, hingga keterlibatan dalam penelitian internasional dapat menjadi pengalaman tambahan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan karier di bidang teknologi.
Terlebih, AI dan robotika membutuhkan tenaga profesional dengan kemampuan lintas disiplin. Pemahaman mengenai pemrograman saja tidak selalu cukup. Pengembangan sistem robot cerdas, misalnya, membutuhkan kombinasi kemampuan mekanika, elektronika, kontrol, pengolahan data, dan AI.
Kolaborasi universitas dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kompetensi tersebut.
Langkah Menuju Kampus Berorientasi Global
Kemitraan dengan Tsinghua University dan Peking University menjadi bagian dari agenda UNDIP dalam memperkuat posisi akademiknya di tingkat internasional.
Dalam keterangan resminya, UNDIP menyebut kedua universitas tersebut sebagai mitra strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan kualitas dan dampak riset internasional, serta mempercepat pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan yang telah ditandatangani dapat diterjemahkan menjadi program yang berjalan secara konsisten.
Jika tindak lanjut berupa penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, publikasi, dan proyek inovasi dapat direalisasikan, kerja sama tersebut akan menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem AI dan robotika di lingkungan UNDIP.
Pada saat kebutuhan terhadap talenta AI, robotika, dan keamanan siber terus berkembang, hubungan akademik lintas negara dapat menjadi salah satu jalur untuk memperkuat kemampuan riset sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi global.
Kerja sama UNDIP dengan Tsinghua University dan Peking University pun menempatkan AI, robotika, dan cybersecurity sebagai bidang yang akan mendapat perhatian dalam pengembangan kolaborasi internasional kampus ke depan.
Sumber Artikel : https://edukasi.kompas.com/
Sumber Gambar : https://edukasi.kompas.com/
